Senin, 01 Juni 2015

ANAMNESA

1.  Anamnesa / Anamnesis
Anamnesa / Anamnesis adalah suatu kegiatan wawancara antara pasien/keluarga pasien dan dokter atau tenaga kesehatan lainnya yang berwenang untuk memperoleh keterangan-keterangan tentang keluhan dan penyakit yang diderita pasien
Anamnesa dapat dilakukan dengan dua cara yaitu:
  1. Auto-anamnesa yaitu kegiatan wawancara langsung kepada pasien karena pasien dianggap mampu tanya jawab
  2. Allo-anamnesa yaitu kegiatan wawancara secara  tidak langsung atau dilakukan wawancara/tanya jawab pada keluarga pasien atau yang mengetahui tentang pasien.
  3. Allo-anamnesa dilakukan karena ;
  • Pasien belum dewasa (anak-anak yang belum dapat mengemukakan pendapat terhadap apa yang dirasakan)
  •       Pasien dalam keadaan tidak sadar  karena sesuatu
  •       Pasien tidak dapat berkomunikasi
  •       Pasien dalam keadaan gangguan jiwa

2.  Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan fisik yaitu pengumpulan data dengan cara melakukan pemeriksaan  kondisi fisik dari pasien.
Pemeriksaan fisik meliputi  :
  1. Inspeksi, yaitu pemeriksaan yang dilakukan dengan cara melihat/memperhatikan keseluruhan tubuh pasien secara rinci dan sistematis
  2. Palpasi, yaitu pemeriksaan fisik dengan cara  meraba pada bagian tubuh yang terlihat tidak normal
  3. Perkusi, yaitu pemeriksaan fisik dengan mengetuk daerah tertentu dari bagian tubuh dengan jari atau alat, guna kemudian mendengar suara resonansinya  dan meneliti resistensinya
  4. Auskultasi, yaitu pemeriksaan fisik  dengan mendengarkan bunyi-bunyi yang terjadi karena proses fisiologi atau patoligis di dalam tubuh, biasanya menggunakan alat bantu stetoskop 

3.  Pemeriksaan Penunjang 
Pemeriksaan penunjang yaitu suatu pemeriksaan medis yang dilakuan atas indikasi tertentu guna memperoleh ketarangan yang lebih lengkap. Tujuan pemeriksaan ini dapat bertujuan :
  1. Terapeutik, yaitu untuk pengobatan tertentu
  2. Diagnostik, yaitu untuk membantu menegakan diagnosis tertentu
  3. Pemeriksaan,laboratorium,Rontagen, USG, dll 

4.  Diagnosis
Diagnosis, yaitu penetapan jenis penyakit tertentu berdasarkan  analisis hasil anamnesa dan pemeriksaan yang teliti. Penetapan ini penting sekali artinya untuk menentukan pengobatan atau tindakan berikutnya. Diagnosis ditinjau dari segi prosesnya,  yaitu :
  1. Diagnosis awal atau diagnosis kerja,  yaitu penetapan diagnosis awal yang belum diikuti dengan pemeriksaan yang lebih mendalam
  2. Diagnosis banding (deferensial diagnosis), yaitu sejumlah diagnosis (lebih dari 1) yang ditetapkan karena adanya kemungkinan-kemungkinan tertentu  guna pertimbangan medis untuk ditetapkan diagnosisnya lebih lanjut
  3. Diagnosis akhir, yaitu diagnosis yang menjadi sebab mengapa pasien dirawat dan didasarkan pada hasil-hasil pemeriksaan yang mendalam
Diagnosis ditinjau dari segi keadaan penyakitnya, yaitu :
  1. Diagnosis utama, yaitu jenis penyakit utama yang diderita pasien setelah dilakukan pemeriksaan yang lebih mendalam
  2. Diagnosis komplikasi, yaitu penyakit komplikasi karena berasal dari penyakit utamanya
  3. Diagnosis kedua, ketiga dst atau Diagnosis Co-Morbid, yaitu penyakit penyerta diagnosis utama yang bukan berasal dari penyakit utamanya atau sudah ada sebelum diagnosis utama ditemukan 

5.  Prognosis
Prognosis, yaitu ramalan medis dan hasil pemeriksaan dan diagnosis berdasarkan teori-teori atau hasil penelitian pada penyakit yang bersangkutan. Kemungkinannya yaitu:
                a)  Cenderung baik (dubia ad bonam)
                b)  Cenderung memburuk (dubia ad malam

6.  Terapi
Terapi, yaitu pengobatan yang diberikan kepada pasien atas dasar indikasi medis atau diagnosis yang ditemukan dokter.
Terapi dapat berupa :
   a)  Terapi medikamentosa, yaitu pengobatan yang diberikan dalam bentuk obat/bahan kimia
   b)  Terapi suportif, yaitu pengobatan yang diberikan dalam bentuk dukungan moral utuk proses
         penyembuhan pasien
   c)  Terapi invasif, yaitu pengobatan dengan melakukan tindakan yang menyebabkan disintegrasi
        (tidak utuhnya) jaringan atau organ 

7.  Tindakan Medis
Tindakan medis, yaitu suatu intervensi medis yang dilakukan pada seseorang   berdasar atas indikasi medis tertentu yang dapat mengakibatkan integritas jaringan atau organ terganggu. Tindakan tersebut dapat berupa :
  1. Tindakan terapetik yang bertujuan untuk pengobatan
  2. Tindakan diagnostik yang bertujuan untuk menegakanatau menetapkan diagnosis.
  3. Tindakan medis hanya dapat dilakukan apabila telah dilakukan informed consent, yaitu persetujuan atau penolakan pasien yang bersangkutan terhadap tindakan medis yang akan diterimanya setelah memperoleh informasi lengkap tentang tindakan tersebut.
DAFTAR PUSTAKA
http://www.medrec07.com/2014/12/pengertian-anamnesa-pemeriksaan-fisik-pemeriksaan-penunjang-diagnosis-prognosis-terapi-tindakan-medis.html




PENTINGNYA ASI EKSLUSIF


ASI eksklusif adalah pemberian ASI (air susu ibu) sedini mungkin setelah persalinan, diberikan tanpa jadwal dan tidak diberi makanan lain, walaupun hanya air putih,sampai bayi berumur 6 bulan. Setelah 6 bulan, bayi mulai dikenalkan dengan makanan lain dan tetap diberi ASI sampai bayi berumur dua tahun.
Bayi yang diberikan ASI secara esklusif cenderung lebih sering pemberian ASI-nya daripada pemberian pada bayi yang minum susu formula. Bayi yang baru lahir biasanya setiap 2 sampai 3 jam disusui oleh ibunya. Semakin bertambah usianya, waktu atau jarak antara menyusui akan meningkat karena kapasitas perut mereka menjadi lebih besar. Sebaliknya, bayi baru lahir yang hanya mengenal susu formula akan memulai minum susu formula kira-kira setiap 3 sampai 4 jam selama beberapa minggu pertama kehidupan.
Daripada menggunakan jam sebagai panduan untuk memberi makan bayi Anda, lebih baik perhatikan isyarat bahwa dia sudah kenyang ketika Anda memberinya ASI atau susu formula. Ini lebih penting bahwa Anda memperhatikan petunjuk atau sinyal dari bayi Anda yang menunjukkan dia lapar. Ini disebut isyarat kelaparan. Ketika dia ingin makan, mungkin dia akan meletakkan kedua tangan atau jari pada mulutnya, membuat gerakan mengisap, menjulurkan lidahnya, memukul bibirnya, menendang atau menggeliat, atau mulai menggerakan rahang dan mulut atau kepala untuk mencari payudara Anda. Jika ia mulai menangis, ini biasanya sinyal akhir bahwa dia ingin makan.
Pemberikan ASI eksklusif merupakan faktor penunjang kecerdasan si bayi, memang tidak mudah karena sang ibu harus memberikannya selama 6 bulan, masa 6 bulan inilah yang di sebut ASI eksklusif. Pada masa 6 bulan bayi memang belum di beri makanan selain susu untuk itu ibu harus memberikan perhatian yang ekstra pada bayi.
Namun, seringkali kesalahan yang terjadi adalah setelah masa ASI eksklusif ini atau si bayi sudah bisa mengkonsumsi makanan lain selain ASI si ibu tidak memberikan ASI lagi. Padahal menurut standar kesehatan dunia WHO, bayi sebaiknya di sapih setelah 2 tahun usianya. Permasalah ASI eksklusi juga terjadi pada ibu yang bekerja di kantoran, untuk itu pemerintah mencoba memberikan keleluasaan pada ibu yang pada masa pemberian ASI eksklusif boleh membawa anak ikut serta bekerja atau mengijinkannya memberi jam khusus untuk menyusui bayinya.
Seberapa Penting Pemberian ASI Eksklusif
Pentingnya ASI eksklusif memang harus menjadi perhatian, dan tanggung jawab sebagai orang tua juga harus mulai menyadari akan dampak pada si bayi jika ASI eksklusif ini tidak di berikan pada bayi dengan maksimal. Pertumbuhan bayi pada usia 0-6 bulan bisa sangat terhambat dan kemungkinan besar juga bayi anda tidak sehat.
Seperti kita ketahui bersama dengan ibu memberikan ASI nya secara maksimal maka otomatis sang ibu akan mentrasfer imunitasnya kepada si bayi, sehingga apabila ibu sehat maka bayi juga bisa sehat. Kita harus coba bersama-sama memberikan pemahaman pada masyarakat untuk melindungi hak bayi dalam memperoleh ASI eksklusif.
Perhatian akan pentingnya ASI eksklusif juga harus datang dari lingkungan sekitar, ini agar pemberian ASI eksklusif di terapkan dalam kebiasaan atau budaya yang harus di lestarikan. Karena meskipun ada susu formula yang anda andalakan sebagai pengganti ASI eksklusif itu tidak akan sebaik ASI. Karena banyak sekali kandungan susu formula yang tidak terdapat pada ASI, asi lebih memiliki fungsi menyeluruh pada bayi sedangkan susu formula hanya memacu sebagian saja. Jadi, sudah sangat jelas bahwa memberikan ASI eksklusif adalah hal yang tidak bisa di gantikan.
DAFTAR PUSTAKA
http://dinkes.pamekasankab.go.id/index.php/berita/174-pentingnya-asi-ekslusif

KETERAMPILAN DASAR KEBIDANAN


4. KEBUTUHAN DASAR MANUSIA DAN HOMEOSTATIK
1. Kebutuhan dasar manusia
Kebutuhan dasar pada manusia merupakan unsure-unsur yang dibutuhkan oleh manusia dalam menjaga keseimbangan baik secara fisiologis maupun psikologis. Abraham Maslow mengemukakan Teori Hierarki Kebutuhan yang mengatakan bahwa setiap manusia memiliki 5 kebutuhan dasar, yaitu :
a.      Kebutuhan fisiologis
Merupakan kebutuhan paling dasar pada manusia
·         Oksigen
·         Cairan
·         Nutrisi
·         Suhu tubuh
·         Eliminasi
·         Tempat tinggal
·         Istirahat
·         Seksualitas
b.      Kebutuhan rasa aman dan perlindungan
Dibagi menjadi:
·         Perlindungan fisik meliputi perlindungan atas ancaman terhadap tubuh atau hidup
·         Perlindungan psikologis yaitu perlindungan atas ancaman dari pengalaman yang baru dan asing.
c.       Kebutuhan rasa mencintai dan dicintai
·         Seseorang umumnya butuh untuk merasakan bahwa mereka dicintai oleh keluarga mereka dan bahwa mereka diterima oleh teman dan anggota masyarakat
·         Manifestasi gangguan pemenuhan  kebutuhan mencintai dan dicintai adalah perubahan fisikal dan perilaku:
1.      Perubahan penampilan dan hygiene
2.      Mengeluh
3.      Perubahan kebiasaan
4.      Menjadi posesif terhadap petugas kesehatan
d.      Kebutuhan akan harga diri maupun perasaan dihargai oleh orang lain
·         Harga diri berhubungan dengan keinginan untuk meningkatkan kesuksesan, kecukupan, kemampuan, kepercayaan, kemandirian, dan kebebasan
·         Factor-faktor yang mempengaruhi pemenuhan harga diri:
1.      Perubahan peran
2.      Perubahan body image: sakit, pubertas, menopause.
e.      Kebutuhan aktualisasi diri
·         Merupakan tingkat kebutuhan tertinggi, bersifat: otonomi, mudah dimotivasi, tidak berpusat pada diri sendiri, mampu memecahkan masalah, dan mampu membantu orang lain.
·         Seseorang yang sudah mencapai aktualisasi diri adalah dewasa dalam semua dimensi dan dapat menghadapi kegagalan dan keraguan
·         Kemampuan untuk memenuhi kebutuhan aktualisasi diri, tergantung pada : adanya kebutuhan, lingkungan dan stressor
·         Butuh keseimbangan antara kebutuhan personal, stressor, dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan dan tuntutan
·         Sakit dapat mengancam atau mengganggu aktualisasi diri
2. Homeostatis
Homeostatsi adalah suatu proses yang terjadi secara terus menerus untuk memelihara stabilitas dan beradaptasi terhadap kondisi lingkungan sekitarnya. Homeostatis merupakan mekanisme tubuh untuk mempertahan kan keseimbangan dalam mengahadapi berbagai kondisi yang dialaminya. Dapat terjadi secara ilmiahapabila tubuh mengalami stress.
3.    Homeodinamik
Merupakan pertukaran energy antara manusia dan lingkungan sekitar secara terus menerus. Pada proses ini manusia tidak hanya melakukan penyesuaian diri, tetapi terus berinteraksi dengan lingkungan agar mampu mempertahankan hidupnya. 

KETERAMPILAN DASAR KEBIDANAN


1.      KONSEP STRES-ADAPTASI
1.      Stres dan stressor
a.      Pengertian stress dan stressor
·         Selye (1976)
Stress aadalah segala situasi dimana tuntutan non spesifik mengaruskan seorang individu untuk berespon atau melakukan tindakan
·         Rahe (1975)
Stress dianggap sebagai factor predisposisi atau pencetus yang meningkatkan kepekaan individu terhadap penyakit.
·         Lazarus dan Folkman (1994)
Stress psikologis sebagai hubungan khusus antara seseorang dengan lingkungannya yang dihargai oleh orang lain tersebut sebagai pajak terhadap sumber dayanya dan membahayakan kemapanannya.
·         Stressor
Stressor adalah stimuli yang mengawali atau mencetuskan perubahan.
b.      Macam-macam stressor
·         Stressor internal
Berasal dari dalam diri seseorang (missal: demam, kondisi seperti kehamilan atau menopause, atau suatu keadaan emosi seperti rasa bersalah)
·         Stressor eksternal
Berasal dari luar diri seseorang (missal : perubahan bermakna dalam suhu lingkungan, perubahan dalam peran keluarga atau social, tekanan dari pasangan)
c.       Model-model Stres
·         Psikosomatik stress
·         Adaptasi model
·         Lingkungan social model
·         Proses model
2.      Adaptasi
a.      Pengertian adaptasi
Adaptasi adalah proses dimana dimensi fisiologis dan psikososial berubah dalam berespon terhadap stres. Karean banyak stressor tidak dapat dihindari , promosi kesehatan sering difokuskan pada adaptasi individu, keluarga atau komunitas terhadap stres.
b.      Dimensi adaptasi
Stress dapat mempengaruhi dimensi fisik, perkembangan, emosional, intelektual, social, dan spiritual. Sumber adaptif terdapat dalam setiap dimensi ini. Oleh karenanya, ketika mengkaji adaptasi klien terhadap stress, bidan harus mempertimbangkan individu secara menyeluruh.
·         Adaptasi fisiologis
Indicator stress fisiologis:
1.      Kenaikan tekanan darah
2.      Peningkatan ketegangan di leher, bahu, punggung
3.      Peningkatan denyut nadi dan frekuensi pernafasan
4.      Telapak tangan berkeringat
5.      Tangan dan kaki dingin
6.      Postur tubuh yang tidak tegap
·         Adaptasi psikologis
Indicator emosional/psikososial dan perilaku stres:
1.      Ansietas
2.      Depresi
3.      Kepenatan
4.      Peningkatan penggunaan bahan kimia
5.      Perubahan dalam kebiasaan makanan, tidur dan pola aktivitas.
·         Adaptasi perkembangan
1.      Bayi atau anak kecil umumnya menghadapi stressor di rumah
2.      Anak-anak usia sekolah biasanya mengembangkan rasa kecukupan
3.      Remaja biasanya mengembangkan rasa identitas yang kuat tetapi pada waktu yang bersamaan perlu diterima oleh teman sebayanya.
4.      Dewasa muda berada dalam transisi dari pengalaman masa remaja ke tanggung jawab orang dewasa
5.      Usia setengah baya biasanya terlibat dalam pembangun keluarga, menciptakan karier yang stabil dan kemungkinan merawat orang tua mereka.
6.      Usia lansia biasanya menghadapi adaptasi terhadap perubahan dalam keluarga dan kemungkinan terhadap kematian dari pasangan atau teman hidup.
·         Adaptasi social budaya
1.      Stressor pada keluarga dapat menimbulkan efek disfungsi yang mempengaruhi klien atau keluarga secara keseluruhan (Reis & Heppner, 1993)
2.      Bidan harus waspada tentang perbedaan cultural dalam respon stress atau mekanisme koping.
·         Adaptasi Spiritual
1.      Orang menggunakan sumber spiritual untuk mengadaptasi stress dalam banyak cara, tetapi stress dapat juga bermanifestasi dalam dimensi spiritual.

2.      Stressor seperti penyakit akut atau kematian dari orang yang disayangi dapat mengganggu makna hidup seseorang dan dapat menyebabkan depresi.

KETERAMPILAN DASAR KEBIDANAN

2      KONSEP SEHAT-SAKIT
1. Konsep Sehat
a. WHO 1974
Kesehatan adalah keadaan sempurna baik fisik, mental, social, bukan hanya bebas dari penyakit, cacat, dan kelemahan.
b. UU No. 23/1992
Kesehatan adalah suatu keadaan sejahtera dari badan (jasmani), jiwa (rohani), dan social yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara social dan ekonomis.
c. Pepkin’s
Sehat adalah suatu keadaan keseimbangan yang dinamis antara bentuk tubuh dan fungsi yang dapat mengadakan penyesuaian, sehingga dapat mengatasi gangguan dari luar.
Kesehatan terdiri dari:
a)   Kesehatan mental adalah suatu kondisi yang memungkinkan perkembangan fisik, intelektual, emosional yang optimal dari seseorang dari perkembangan itu berjalan selaras dengan keadaan orang lain
b)   Kesehatan social adalah suatu kemampuan untuk hidup bersama dengan masyarakat di lingkungannya
c)    Kesehatan fisik adalah suatu keadaan dimana bentuk fisik dan fungsinya tidak ada gangguan sehingga memungkinkan perkembangan psikologis dan social serta dapat melaksanakan kegiatan sehari-hari dengan optimal.
2. KONSEP SAKIT
a. Perkins
Sakit sebagai suatu keadaan yang tidak menyenangkan yang menimpa seseorang sehingga seseorang menimbulkan gangguan aktivitas sehari-hari baik aktivitas jasmani, rohani, dan social.
b. R. Susan
Sakit adalah tidak adanya keserasian antara lingkungan dan individu.


KETERAMPILAN DASAR KEBIDANAN

1.       KONSEP MANUSIA

Manusia sebagai Makhluk Holistik
Holistic berarti keseluruhan/utuh, meliputi:
a.       Biologi
· Manusia merupakan suatu susunan system organ tubuh
· Mempunyai kebutuhan untuk mempertahankan hidupnya
· Tidak terlepas dari hukum alam dilahirkan berkembang mati
b.      Psikologi
· Manusia mempunyai stuktur kepribadian
· Memiliki tingkah laku sebagai manifestasi dari kejiwaan
· Mempunyai daya fikir dan kecerdasan
· Mempunyai kebutuhan psikologi agar pribadi dapat berkembang
c.       Sosial
· Manusia perlu hidup bersama orang lain dan saling kerja sama untuk memenuhi kebutuhan dan tuntutan hidupnya
· Dipengaruhi oleh kebudayaan
· Dipengaruhi dan beradaptasi dengan lingkungan social
· Dituntut untuk bertingkah laku sesuai dengan harapan dan norma yang ada
d.      Cultural
· Manusia mempunyai nilai dan kebudayaan yang membentuk jati diri
· Sebagai pembeda dan pembantas dalam hidup social
· Kultur dalam diri manusia bisa di ubah dan berubah tergantung lingkungan manusia hidup
e.      Spiritual
· Mempunyai keyakinan/mengaku adanya Tuhan
· Memiliki pandangan hidup, dorongan hidup yang sejalan dengan sifat religious yang dianutnya
Teori holistik : seluruh organisme hidup saling berinteraksi. Adanya gangguan pada satu bagian akan mempengaruhi bagian yang lain. Jika mempelajari satu bagian dari manusia harus mempertimbangkan bagaimana bagian tersebut berhubungan dengan bagian yang lain.

2.       Manusia sebagai system
Sistem terdiri dari : unsur-unsur (komponen, elemen, sub system), batasan, dan tujuan.
a.       Manusia sebagai sistem terbuka
Yang terdiri dari sebagai sub system yang saling berhubungan secara terintegrasi untuk menjadi satu total system yaitu:
· Komponen biologi: anatomi tubuh
· Komponen psikologi: kejiwaan
· Komponen social: lingkungan
b.      Manusia sebagai sitem adaptif
Adaptasi: proses perubahan yang menyertai individu dalam berespon terhadapn perubahan lingkungan mempengaruhi integritas atau keutuhan.
Lingkungan: seluruh kondisi keadaan sekitar yang mempengaruhi perkembangan organism untuk kelompok organism.
Empat tingkat dan respon fisiologik untuk memudahkan adaptasi:
· Respon takut (mekanisme bertarung)
· Respon inflamasi
· Respon stress
· Respon sensori
Menurut Roy(1967), prilaku positif merupakan individu secara utuh beradaptasi dan menangani rangsang lingkungan.
c.       Manusi sebagai system Personal, Interpersonal, dan Sosial
Menurut King (1967) terdapat tiga dinamik system interaksi dalam konsep manusia.

Individu (system personal)
Keluarga (system interpersonal)
Masyarakat (system social)
Bidan harus mengerti tentang konsep:
·     Self
·         Persepsi
·         Tumbuh kembang
Bidan harus mengerti tentang konsep:
·         Interaksi
·         Peran
·         komunikasi
Bidan harus mengerti tentang konsep:
·         organisasi
·         power
·         Otoritas pengambilan keputusan